Profil
sekolah merupakan gambaran yang jelas dan rinci tentang kondisi sekolah saat
ini, serta perbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan profil sekolah
ini maka bisa diketahui bagian-bagian yang mengalami perbaikan atau
peningkatan, bagian yang masih tetap, dan bagian yang mengalami penurunan
dibandingkan dengan kondisi sekolah pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam profil
Sekolah ini terdapat 9 komponen/
kategori, yang akan diuraikan sebagai berikut: Profil
sekolah merupakan gambaran yang jelas dan rinci tentang kondisi sekolah saat
ini, serta perbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan profil sekolah
ini maka bisa diketahui bagian-bagian yang mengalami perbaikan atau
peningkatan, bagian yang masih tetap, dan bagian yang mengalami penurunan
dibandingkan dengan kondisi sekolah pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam profil
Sekolah ini terdapat 9 komponen/
kategori, yang akan diuraikan sebagai berikut:
1. Kurikulum dan Pembelajaran
1.1. Sekolah belum mempunyai Dokumen KTSP
secara lengkap (baru 80%)
1.2. Setiap guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran,
1.3. Silabus revisi sekolah belum terbentuk
1.4. Hampir 60% sudah mengajar sesuai PAKEM
Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
1.5. 60 % guru sudah melakukan proses penilaian
secara integral komprehensif
1.6. Perlunya peningkatan peran atau
keterlibatan komite
1.7. Kegiatan pembelajaran sudah berjalan
tetapi administrasi belum lengkap
1.8. Literatur standar sudah dimiliki sekolah
sebagai pegangan guru
1.9. Pelaksanaan KBM baik dan sesuai ketentuan,
muatan lokal sesuai dengan kondisi.
1.10. 60% guru menggunakan media, alat peraga
dan atau alat bantu yang disesuaikan dengan materi
1.11. Rasio jumlah buku sesuai dengan jumlah
siswa
1.12. Guru menggunakan buku sesuai yang
digunakan siswa
1.13. Guru belum melakukan PTK (dokumen belum
ada)
1.14. Sekolah mempunyai jadwal pelajaran dan
jadwal remedial sesuai mata pelajaran
1.15. Sekolah belum memiliki perpustakaan sebagai
penunjang kegiatan pembelajaran
1.16. Sekolah sudah melaksanakan PBM keagamaan
dengan praktek langsung
1.17. Sekolah belum opimal dalam melaksanakan
pendidikan kecakapan hidup secara optimal
1.18. Sekolah kurang memiliki kesempatan untuk mengikutsertakan
guru dalam mengikuti pelatihan kecakapan hidup
1.19. Rata-rata kehadiran guru 95%
1.20. Guru melaksanakan evaluasi sebagai umpan
balik guna perbaikan PBM
2. Administrasi dan Manajemen Sekolah
2.1. Sekolah mempunyai program tetapi belum lengkap
2.2. Sekolah memiliki peraturan untuk
memberikan penghargaan dan sanksi tetapi belum optimal
2.3. Laporan akhir tahun pelajaran yang lalu
ada dan baik
2.4. Program kerja kepala sekolah lengkap
2.5. Kepala sekolah melakukan evaluasi terhadap
program yang telah dibuat
2.6. Kepala sekolah melibatkan semua pihak
dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan pengembangan sekolah
2.7. Sekolah memiliki program pembinaan guru
2.8. Sekolah memiiki catatan surat masuk dan
keluar
2.9. Sekolah memiliki administrasi yang masih
kurang lengkap
3. Organisasi dan Kelembagaan
3.1. Dokumen dan bagan sekolah lengkap
3.2. Sekolah memiliki peraturan khusus di luar
peraturan pemerintah
3.3. Sekolah melakukan kerjasama dengan lembaga
kependidikan dan non kependidikan lainnya dalam peningkatan mutu pendidikan
4. Sarana dan Prasarana
4.1. Sekolah telah memiliki tanah dan bangunan
yang memadai
4.2. Sekolah belum mempunyai ruang wakil kepala
sekolah
4.3. Sekolah belum memiliki ruang multimedia
4.4. Kondisi bangunan sekolah kurang baik
4.5. Fasilitas ruangan dan perabot yang ada, 80%
dalam kondisi baik
4.6. Tidak tersedia fasilitas ruang dan penunjang
perpustakaan belum lengkap
4.7. Kelengkapan alat laboratorium tidak ada
4.8. Sekolah belum memiliki lab komputer
4.9. Sekolah memiliki instalasi listrik dan
akses jalan yang kurang baik
4.10. Sekolah memiliki sarana air bersih baik.
4.11. Ruangan di sekolah mempunyai sanitasi yang
baik
4.12. Sarana tempat sampah masih kurang
4.13. WC guru dan siswa belum sesuai rasio
4.14. Kondisi WC rusak
4.15. Sekolah memiliki sarana penunjang
administrasi
4.16. Sekolah memiliki sarana olahraga, dan
belum memiliki sarana kesenian dan keagamaan
4.17. Semua komponen terlibat dalam membantu
manajemen sarana dan prasarana
5. Ketenagaan
5.1. 75% guru S1 dan mempunyai kelayakan
mengajar
5.2. 60% guru mengajar sesuai bidangnya, yang
tidak sesuai mengikuti pelatihan agar memiliki kemampuan sesuai bidang studi
yang diajarkan
5.3. Tenaga penunjang belum memadai (tidak
adanya tenaga teknis laboran)
5.4. Sekolah memberikan penghargaan kinerja
karyawan dengan memberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berkembang.
5.5. Manajemen ketenagaan dilakukan dengan
peran serta guru, kepala sekolah, komite dan Dindik
5.6. Sekolah memberikan kesempatan
mengembangkan karir bagi tenaga non guru
5.7. Kemampuan guru dalam mengoperasikan
komputer baru 50%
6. Pembiayaan dan Pendanaan
6.1. Pembiayaan diperoleh dari partisipasi
masyarakat dan pemerintah
6.2. Alokasi dana untuk peningakatan mutu masih
kurang
6.3. Sekolah dengan anggaran terbatas untuk
program peningkatan mutu guru
6.4. Sekolah belum optimal dalam pemberian
beasiswa bagi siswa berprestasi dan keluarga miskin
6.5. RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah) dalam tiga tahun terakhir terealisasi dengan baik
6.6. Alokasi RKAS sudah direalisasi
6.7. Manajemen pengelolaan keuangan baik dan
terbuka
6.8. Sekolah melaksanakan program dan SPJ
dengan baik
7. Peserta Didik
7.1. Sekolah menampung lulusan SD dan MI di
sekitar sekolah dan daerah lainnya
7.2. Sekolah memberikan bantuan berupa subsidi silang
dan pembebasan biaya sekolah
7.3. Sekolah melakukan pembimbingan bagi siswa
yang kurang siap
7.4. Sekolah memberikan kesempatan pada siswa
untuk mengembangkan bakat dan minatnya melalui pengembangan diri
7.5. Manajemen peserta didik dilaksanakan
disekolah dengan baik
7.6. Proses PSB dilaksanakan dengan baik
7.7. Penerimaan siswa sesuai robel yang ada
7.8. Prosentase kehadiran siswa di atas 90%
7.9. Angka drop out 0.5%
7.10. Siswa mengulang 0%
7.11. 80% siswa melanjutkan ke jenjang lebih
tinggi
7.12. Siswa SMP YPLP-PGRI 3 SANGIR baru berprestasi
di tingkat kecamatan dan kabupaten.
7.13. Program pengembangan minat, bakat, dan
kreativitas belum optimal
7.14. Sekolah sudah membuat program layanan
bimbingan konseling
7.15. Rata-rata nilai siswa sesuai standar KKM
yang telah ditentukan
7.16. Rata-rata nilai UN dan ujian sekolah di atas
rata-rata standar minimal kelulusan
7.17. Prosentase kelulusan 95%
8. Peran Serta Masyarakat
8.1. Sekolah belum optimal melibatkan orang tua
dalam penyusunan program sekolah
8.2. Pekerjaan orang tua mayoritas petani
8.3. Penghasilan mayoritas orang tua di bawah Rp.1.000.000,-
8.4. Mayoritas orang tua berada di kelompok ekonomi
lemah.
8.5. Pemahaman komite sekolah cukup baik dan
perlu ditingkatkan
8.6. Keorganisasian komite yang ada sudah cukup
baik
8.7. Fungsi dan peran komite sekolah sebagai
pemberi pertimbangan sudah berjalan baik
8.8. Dukungan komite cukup baik
8.9. Komite sekolah telah melaksanakan fungsi
pengontrol
8.10. Komite sekolah telah melaksanakan fungsi
penghubung
8.11. Komite sekolah telah melaksanakan fungsi
fasilitator pengembangan sekolah
8.12. Masyarakat telah memberikan bantuan untuk
pengembangan sekolah walaupun masih sangat kurang.
8.13. Hubungan masyarakat dengan sekolah
berjalan baik
9. Lingkungan dan Budaya Sekolah
9.1. Seluruh warga sekolah belum optimal
menjaga lingkungan sekolah
6.2. Sekolah belum memiliki pagar dan taman
sekolah yang berguna sebagai peningkatan kenyamanan dan keamanan.
6.3. Sekolah perlu meningkatkan kerjasama
dengan stakeholder dalam mengembangkan kegiatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar